Gowes Charity / Gowes Baksos 31 Maret 2013.

*pertama-tama admin mohon maaf atas keterlambatan berita ini diposting.. hehehe…

Setelah tertunda sekitar 2 bulan, akhirnya Gowes Charity dalam rangka memperingati milad ROBEK ke-6 terlaksana pada tanggal 31 Maret 2013. Pada awalnya kegiatan ini akan dilaksanakan tanggal 19 Januari 2013, tetapi berhubung ada bencana banjir besar di kawasan jabodetabek, maka kegiatan ini terpaksa diundur dan baru terlaksana hari Minggu kemarin.

Kegiatan ini juga merupakan kegiatan pertama dari kepengurusan ROBEK yang baru dibawah komando korwil Om Budi Edi Prayitno. Persiapan dilakukan kurang dari sebulan. EO dan RC diserahkan kepada rekan-rekan Bagong (barisan Narogong). Om Asis dan Om Santoso sebagai punggawa Bagong langsung berkoordinasi dan melakukan survey hampir setiap minggu. Sedangkan sosialisasi acara dan penggalangan dana dilakukan melalui milis ROBEK, Facebook, twitter dan sosial media lainnya.

Agenda utama dari kegiatan ini adalah menyalurkan dana baksos ROBEK ke dua tempat, yaitu:

  1. Pondok Pesantren Istana Yatim Nurul Mukhlisin di desa Burangkeng.
  2. Uzt Yakin  Guru mengaji di desa Cinyosok -Burangkeng.

Selain itu juga akan diberikan bantuan ke Om Ricky Jerambah dan Om Djoko Purnomo penggiat sepeda Cibening Park ( ROGERBAGEN ) yang sedang sakit.

Dana baksos diambil dari dana yang sudah terkumpul dari kegiatan baksos sebelumnya ditambah dari kas ROBEK. Sedangkan donasi untuk Om Ricky dan Om Djoko dikumpulkan dari uluran tangan para ROBEKers lewat rekening bendahara.

Sesuai rencana, pada hari Minggu 31 Maret 2013 jam 07 pagi para ROBEKERS mulai berkumpul di titik pemberangkatan yang disepakati, yaitu base camp Bagong km 00.00. Sampai pukul setengah delapan telah terkumpul sekitar 38 goweser yang utamanya dari ROBEK ditambah beberapa rekan goweser dari Rogerbagen, Timut dan Garong yang dengan sukarela ikut memeriahkan kegaitan ini.

untitled

Tepat jam setengah delapan, rombongan bergerak menuju rumah Om Ricky Jerambah di seputaran Rawa Lumbu, Bekasi Timur. Tidak sampai 10 menit bersepeda, rombongan sudah tiba di rumah Om Ricky. Rombongan disambut dengan gembira oleh Om Ricky beserta istri dan juga ketan serta pisang goreng…hehehe. Tanpa dikomando dua kali, cemilan tersebut sudah lenyap dari piringnya. Sambil nyemil Rombongan mendengarkan penuturan Om Ricky tentang pengalaman beliau bersepeda dan juga penyakitnya. Om Gentur, yang pernah mengalami penyakit yang serupa, menyemangati Om Ricky untuk kembali bersepeda, dan memulainya dengan sepeda roda tiga milik Om Gentur. Om Ricky terlihat tertarik dan menyambut tawaran tersebut dengan sukacita. Setelah cukup bertukar cerita, acara ditutup dengan pemberian donasi ke Om Ricky dan foto bersama.

untitled1

Sekitar jam delapan rombongan pamit dan bergerak menuju rumah Om Djoko di seputaran Mustika Jaya, Bekasi Timur. Om Santoso sebagai RC mengarahkan rombongan mengajak ‘blusukan’ melalui jalan perkampungan, single track di kebun orang atau di pematang sawah. Hal inilah yang membuat perjalanan semakin menarik. Banyak para ROBEKERS yang baru tahu kalau di Bekasi masih banyak sawah produktif dengan suasana yang tidak kalah indah dengan suasana di daerah Jawa sana.

Sesampainya di rumah Om Djoko, sekitar satu jam kemudian, rombongan disambut oleh Om Tekad (b2w pusat) yang sedang bersilaturahmi juga. Salam, sapa dan peluk mengawali perjumpaan kami. Para goweser kemudian mendengarkan wejangan dari kedua orang sesepuh b2w tersebut tentang sejarah berdirinya b2w dan peran serta mereka sebagai pelaku sejarah berdirinya b2w. Tidak lupa Om Djoko membagi pengalaman buruk tentang kebiasaannya yang jarang minum ketika gowes yang menyebabkan ginjalnya sekarang tidak berfungsi dengan normal. Kesimpulannya: “Banyak banyak minum air putih ya guys…. terutama kalau lagi gowesss….”

untitled2

Setelah merasa cukup ber-haha-hihi dan mengingat matahari yang sudah meninggi, rombongan pamit dan beranjak menuju tujuan berikutnya, Pondok Pesantren Istana Yatim di desa Burangkeng. Kembali rombongan diajak Om RC blasak-blusuk keluar masuk perkampungan, sawah dan kebun di daerah Bekasi. Kali ini rombongan bergerak tidak terlalu cepat karena sakit pinggang Om RC kambuh di tengah jalan 😉

Setelah sekitar satu jam ‘blusukan’, rombongan tiba di Pondok Pesantren Istana Yatim. Goweser langsung menyebar mencari posisi enak untuk beristirahat di kompleks pesantren yang teduh tersebut. Korwil ditemani humas langsung menemui ustadz yang sedang bertugas untuk bersilaturahmi dan menyerahkan donasi. Sementara itu para EO dadakan kasak-kusuk mencari rencana alternatif untuk makan siang. Saat itu jam sudah menunjukan jam 11:00 dan biasanya Haji Itoh (tempat makan siang yg dituju), makanannya sudah habis jam 12-an. Sedangkan kami masih ada satu tempat yang harus dikunjungi sebelum makan siang. Akhirnya diputuskan untuk makan siang di restoran Om Anto (Kawinsela) di dukuh Zamrud kota legenda. Keputusan dibuat setelah Om Anto berkoordinasi dengan restorannya dan memastikan stock makanannya cukup untuk sekitar 35 goweser.

Rombongan bergerak dari Pondok pesantren yatim menuju rumah Ustad Yakin sekitar jam sebelas lewat. Sebelum berangkat, tidak lupa rombongan foke sebagai kenang-kenangan.

untitled3

Jarak pesantren ke rumah ustadz tidak terlalu jauh, hanya lima belas menit perjalanan sudah tiba di rumah ustadz yang teduh dikelilingi pepohonan dan sawah. Rupanya pak ustadz sudah menunggu kami dan menyambut kami dengan suguhan rambutan, es kelapa, dan kelapa muda. Kembali rombongan langsung mencari posisi enak untuk menikmati suguhan tersbut. Lihat saja gaya Om Asis yang benar-benar menikmati suasana di rumah ustadz….

untitled4

Selepas adzan Dzuhur, rombongan berpamitan dengan ustadz Yakin untuk menuju tujuan berikutnya, Restoran Mang Kabayan di dukuh Zamrud. Dalam perjalanan, ada beberapa insiden yang dialami yaitu ban sepeda Om Heru yang bocor, Om Onal yang ketinggalan rombongan dan nyasar, dan Om eyang yang terjatuh saat melewati pudunan yang cukup curam. Om Onal kemudian disarankan untuk langsung menuju TKP restoran Mang Kabayan sedangkan rombongan membantu Om Heru menambal bannya yang bocor, walaupun bantuan yang diberikan kebanyakan hanya berupa doa dan ledekan…hehehe… . Bocor…bocor… di-nodrop saja….iiih nakal!!! — begitu ledekan yang terdengar.

untitled6 untitled5

Akhirnya semua rombongan tiba di restoran Mang Kabayan sekitar jam setengah dua. Para goweser langsung memesan siomay, bebek goreng, ayam goreng, rawon dll untuk santap siang. Setelah puas makan, kemudian rombongan mulai bubar jalan sekitar jam setengah tiga sore menuju rumah masing-masing lewat asem, base camp bagong, sekre, dll.

untitled7  untitled8

Terima kasih buat para Robekers yang sudah menyukseskan acara ini, juga buat bagongers (Om RC Enchoss, Om Asis, Om Heru, dll) yang sudah memilih jalur blusukan yang indah, Om Anto yang menyediakan makanan secara dadakan, dan teman-teman pengurus Robek lainnya yang mendukung acara ini dari jauh.

Semoga amal ibadah kita dalam kegiatan ini diterima Allah swt dan Robek semakin solid dan bermanfaat bagi anggotanya dan masyarakat sekitarnya. Amin.

 

*diceritakan kembali oleh om Herdik Herlambang – Humas ROBEK