Dear ROBEKers,

Ada robekers yg masuk koran lho.. Naik di Rakyat Merdeka Online minggu, 16 september kemarin. belau dipilih untuk diwawancarai atas konsistensinya bersepeda dan berkampanye untuk beri-Bike to Work. mau tau kisah selengkapnya? berikut liputannya..

Nte imel dalam salah satu aksinya ber-Bike to Work.

http://www.rmol.co/news.php?id=78217

RMOL. Tahukah anda di berbagai belahan dunia bersepeda ke tempat kerja saat ini sudah menjadi bagian dari transportasi kota-kota besar, bahkan ada jalur khusus bagi para goweser seperti di hampir seluruh negara Eropa. Hal itu sesuai dengan berkembangannya isu global warming dan semakin sesaknya jalan karena alat transportasi bermesin.
Bike To Work, sebuah semboyan yang marak kita dengar dan tak jarang terpampang di jalan-jalan tidak hanya di Indonesia tapi di mancanegara. Sebenarnya apakah alasan menggunakan sepeda ke kantor atau secara global dapat dibilang reason to cycle to work.

“Saya memilih naik sepeda ke kantor karena selain sehat juga sekalian membantu mengurangi polusi dan agar lebih cepat tiba di kantor,” ungkap salah satu pesepeda wanita, Imel Silooy Emil kepada Rakyat Merdeka Online, hari ini.

Bagi ibu beranak dua ini, mengayuh sepeda setiap hari sejauh kurang lebih dua puluh empat hingga dua puluh lima kilo meter dari Taman Galaxy, Bekasi hingga sekitar Tanah Abang Jakarta dan harus bersaing dengan ribuan sepeda motor dan kendaraan bermotor lainnnya tidak menjadi halangan.

“Dengan bersepeda selain membuat tubuh sehat, ternyata lebih cepat sampai di kantor. Dan saya berangkat dari rumah biasanya sekitar pukul 06.15,” ujar Imel yang selalu bangun pukul 04.30.

Bersepeda ke kantor pergi-pulang terkadang dilakukan bersama suami tercinta, Emil HMA, dan terkadang gowes sendiri tanpa rasa takut. Karena –kalau tidak kesiangan– Imel Silooy masih bisa bertemu sesama teman-teman goweser dari Bekasi yang terkenal dengan nama Robek (Rombongan Bekasi).

“Kalau berangkatnya kesiangan ya sendirian aja, karena rute kerja suami berbeda dengan saya,” jelas Imel yang berprofesi sebagai staf acounting.

Bagi Imel Silooy, hal yang sangat menyenangkan saat bersepeda ke kantor adalah dapat bertemu dengan sesama goweser lainnya, dan kalau terkena macet bisa selap-selip di antara kendaraan bermotor lainnya dan bila ban sepeda gembos maka para goweser dari Robek akan selalu siap membantu.

“Bandingkan kalau kita naik mobil atau motor, tentu tidak selincah selap-selip dengan sepeda,” ungkap ibu beranak dua ini.

Bagi Imel dan para goweser lainnya, ternyata hujan merupakan cuaca yang sangat ditunggu dan menjadi favorit dalam bersepeda karena dengan berbekal jas hujan mereka dapat sekaligus bermain hujan-hujanan

“Kalau istilah teman-teman Robek, asyik bebek-bebekan,” senyum ibu muda berusia 34 tahun ini.

Setiap hari Imel dan para goweser lainnya selalu membawa perlengkapan standar seperti, baju kerja yang disimpan dalam tas, helm, sarung tangan, masker model baff, dan kalau untuk sepedanya membawa ban dalam, kunci-kunci standar, serta lampu.

Kendati dari rumah sudah mandi pagi, namun sesampainya di kantor, Imel selalu mandi lagi dan setelah itu berdandan ria agar tetap terlihat cantik dan bersih. Di kantornya hanya dia yang bersepeda ke kantor  yang terletak di Jalan Abdul Muis itu.

Kendati sulit untuk membantu mengurangi polusi secara signifikan karena jumlah kendaraan bermotor terus meningkat dari tahun ke tahun, tapi Imelda dan para pesepeda lainnya merasa bangga karena secara langsung ataupun tidak langsung telah ikut andil dalam upaya mengurangi polusi dan kemacetan di jalan walaupun cuma sedikit. [arp]