Ada sedikit liputan buat temen robek,walaupun tidak sehebat tulisan teman-teman lain. Kami dari Robek O2 (om firman bewok, Om budi wakorwil, Ronald aka onal ) & saudara sesama sepedah Lintas Radar yang di motori oleh Om Meddy & Om djoko DJ akhir merasakan sensasi Bukit Aquila

Starting dari Assafiyah Pondok Gede yang sudah kesiangan karena Truknya telat akhirnya jam 7.30 kami menuju Cipanas selepas pintu tol jagorawi, master kopling truk jebol, terpaksa kita tunggu di perbaiki.

Memasuki gadog harus tunggu 1 way, akhirnnya jam 9.30 kami lanjutkan kembali dan sampai di sana Pukul 11.15, kami persiapan untuk menorehkan ban sepeda kita di bukit Aquila. Trek sepanjang 35km dengan elevasi  65 % O2, 25 % Nganu, 10% TTB.

Kami mulai dengan trek selamat datang yaitu trek turunan aspal  sedikit curam untuk menuju bukit tersebut. Sampai di aula di antara bebukitan kami foke dan berdoa bersama, di lanjutkan dengan menyantap turunan jalur air. Kalo ujan ngak kebayak licinnya kaya apa ya, bisa2 prosotan.

Dan langsung dihadapkan dengan single trek yang sangat tipis,memaksa kita menjaga keseimbangan, banyak yang terperosok , jatuh, seninya maen mudun, lalu ngak berapa lama kita langsung mudun kembali turunan undak-undakan dimana turunan tersebut lumayan curam, dan tikungan patah, ada juga yang kebablasan hampir nyemplung,weleh…weleh

Karena ini maen di gunung, jadi pastilah ada nganunya makadam pula, karena itu tidak bias di hindari, dimana ada anuan di situ ada O2. Dan satu bukit sudah kita lalui, sampe akhirnya kita ketemu warung untuk makan siang.

Selepas makan siang kita masih di sambut lagi dengan turunan  diantara aspal rusak dan akhirnya kita melaju di atas roda sepeda dan eegggggggggggghhhhhhhhhhhhh anuan lagi ketemu untuk meghemat tenaga kita TTb aja dach, dan coba  ah digowes pas di anuan pelan pelan baeklah pake yang paling enteng.

Bisa juga dan sampe atas dan coba langsung bersiul, masih ada suaranya juga walaupun air liur keluar. Nah…..langsung kembali lagi di trek turunan debu dimana, muka seperti di bedakin dengan debu apalagi di belakang om djoko dj wuiiiiiiiiiiiiiiiiiiiish, mantap, lagi diturunan debu tersebut ada yang gubrak………Glosor…………….gresek…………waduh……….tamun orang bangun lagi, syukur tidak terjadi apa2.

Akhirnya kita istirahat di hamparan lapangan bola. Untuk menuju kebon coklat yang ada di bukit 1-nya lagi. Yang pasti ini nganu terberat karena makamnya , dan kita berhenti lagi di pesantren untuk tumpang sholat ashar dan lanjut di bonusin turunan ngasplas curam untuk menuju trek kebon coklat.

Sampelah di trek kebon coklat yang menurut saya trek paling aduhai juga bikin adrenalin naik karena banyak berm (tikungan) dan tanah merah bercampur pecahan batu, sehingga kurang lebih 8 sepeda bocor, ada yang bocor ban belakang dan ada jugayang bocor keduanya, makanya bawa ban dalem yang banyak. Biar sembari jualan………………………….makyus……………………………kretekkkkkkkkkkk…kretek……hanya suara free hub terdegar di luncuran sepeda kita.

Dan selepas kebon coklat masuk turunan ngaspal, waktu mendekati magrib jadi untuk trek kebon coklat kedua, di shortcut sehingga, kita menuju turuan manis di aspal hingga sampai di pit stop terakhir. Alahamdulillah Ya, tidak terjadi sesuatu…….karena kita niat baik dan tidak takabur. Mungkin ini saja yang bisa saya share dari Robek O2 underground dan undercover.

Salam

O2

catatan : Tulisan asli oleh om Ronald Marendra